PSEUDOCODE .
Digunakan untuk penulisan algoritma menggunakan serangkaian pernyataan yang ditulis dalam bahasa sehari hari
1. No.orut 1.1 subbb nomor a, rincian pertama
b, rincian kedua
c, dan seterusnya…..
2. Serangkaian dalam pseudocode ditulis dalam sebuah nomor baris yang menyatakan no urut pernyataan jika sebuah nomor memiliki sub kegiatan, maka digunakan aturan phenomenal secara inden .
3. Pembacan pseudocode dilakukan secara urut baris demi baris .
4. Pada kondisi tertentu , ada kalanya pembaca pseudocode tidak dilakukan urut dari baris satu ke baris selanjutnya akan tetapi malompat ke baris yang lain ,
5. Terdapat beberapa keyword / kata kunci yang digunakan dalam menulis pseudocode .
a. BEGIN : menyatakan awal pseudocode
Keyword ini harus ada dan diletakkan di no.1 seluruh instruksi bermula .
b. END : menyatakan akhir pseudocode
c. IF ,THEN : menyatakan alternative penulisa dengan sebuah kemungkinana proses terusan
“IF<kondisi>THEN<pernyataan>” jika <kondisi> bernilaki “benar” maka <pernyataan> akan dikerjakan , sebaliknya baris ini akan dilompati .
d. IF<THEN<ELSE : menyatakan alternative pilihan dengan 2 alur kemungkinana alur terusan .
IF<kondisi>THEN<pernyataan1>
ELSE<pernyataan2>
Jika <kondisi> bernilai benar maka <pernyataan1>aka dikerjakan . sebaliknya , <pernytaan2> yang akan dikerjakan .
e. WHILE : menyatakan adanya [proses berulang bersyarat
WHILE<kondisi1>
<pernyataan1>
……..
<pernyataan_n>
Selama <kondis> benar maka <pernyataan1> sampai dengan <pernyataan_n> yang akan dikerjakan .
F . FOR : menyatakan proses berulang tanpa syarat
FOR VAR = awal TO akhir
<pernyataan 1>
…………
<pernyataan n>
<Pernyataan1> sampai dengan <pernyataan n> akan dikerjakan seiring dengan pergerakan nilai variable “var” dari nilai “awal” sampai nilai “akhir”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar